Home / TERAPI KELOMPOK TERHADAP PERUBAHAN SIKAP PERLINDUNGAN DIRI DARI IMS DAN PERILAKU SEKSUAL PSK JALANAN USIA 15-18 TAHUN DI BALI

TERAPI KELOMPOK TERHADAP PERUBAHAN SIKAP PERLINDUNGAN DIRI DARI IMS DAN PERILAKU SEKSUAL PSK JALANAN USIA 15-18 TAHUN DI BALI

Levi Tina Sari
STIKes Patria Husada Blitar
Alamat korespondensi :
e-mail : viemuaniez@yahoo.com
ABSTRAK

Infeksi Menular Seksual menunjuukan peningkatan yang cukup tinggi, namun pencegahan dan penanggulangan yang efektif belum diketemukan (Juliandi et al, 2004). Data tersebut disebabkan oleh seorang PSK (Pekerja Seks Komersial) wanita dapat melayani 6 pria dalam semalam dan PSK sangat rentan terhadap IMS. Provinsi Bali dengan jumlah wisatawan mancanegara terbesar dengan pertumbuhan 9,73% pada tahun 2011, sehingga menjadi perhatian publik dan pemerintah dalam kasus HIV/AIDS. Kota Denpasar masih menduduki peringkat pertama dengan jumlah penderita 1.949 orang (KPA propinsi Bali, 2012). Kajian mengenai wisata seks di ASEAN yang dilaporkan oleh Child Wise Tourism, Australia pada tahun 2007, Indonesia dianggap sebagai negara tujuan wisata seks yang melibatkan anak dan remaja dalam hal ini wanita. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh terapi kelompok terhadap sikap perlindungan diri dan perilaku seksual Pekerja seks Komersial jalanan usia 15-18 tahun. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental. Dengan desain One Group Pra test – post test Design. Sampel penelitian sebanyak 18 orang yang terdiri dari 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang. Tehnik pengambilan sampel snowball sampling pada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dimbil dengan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Pengetahuan tentang IMS, sikap perlindungan diri serta perilaku perlindungan diri dalam menghadapi pelanggan. Hasil uji statistik paired sample t-test menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang IMS, sikap perlindungan diri terhadap IMS serta perilaku perlindungan diri dalam menghadapi pelanggan dengan nilai masing-masing pengetahuan thitung=7.243, sikap thitung=6.803, perilaku thitung=5.231 dengan ttabel= 2.21. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh terapi kelompok dengan model interpersonal dengan pengetahuan tentang IMS, sikap perlindungan diri terhadap IMS serta perilaku PSK terhadap perlindungan diri dalam menghadapi pelanggan. Saran dalam penelitian adalah sosialisasi dan pembinaan
tentang penggunaan kondom serta memberikan ketrampilan yang berkesinambungan agar menjadi modal bagi mereka agar tidak kembali menjadi PSK.

Kata kunci : Terapi Kelompok Model Interpersonal, Sikap, Perilaku, Pekerja seks Komersial, Infeksi Menular Seksual