Home / Perbedaan Upright Position Dan Recumbent Position Terhadap Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primigravida dan Multigravida

Perbedaan Upright Position Dan Recumbent Position Terhadap Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primigravida dan Multigravida

Wardani, Diadjeng Setya. Wahyuni, Sri. Happy, Wylda.
ABSTRACT

Labour is a process of spending viable conception products (the fetus and the placenta) who has enough months or can live outside uterus to birth or the other way, with the help and without help. In labour there are four stage that stage I (opening servix 1 cm-10 cm), stage II (the birth of the baby), stage III (birth of the placenta), stage IV (the observation mothers and babies). One way to prevent the first stage long is the management of care mother to change maternal position during active phase of the first stage, so the comfort level will increases and the analgesia use will decreases. The purpose of this research is to compare the effectiveness of upright position and recumbent position to length active phase of the first stage labor in primigravida and multigravida. The research design used observational analytic with descriptive method as the approach. Samples were selected by purposive sampling to be divided into 2 groups, the first group upright position (n=10), recumbent position (n=10) in primigravida and second group upright position (n=10), recumbent position (n=10) in multigravida. The independent variable in this study is the position of the mother, while the dependent variable is the length active phase of the first stage labour. The results showed that there are differences in lenght duration active phase of the first stage labor in upright position to recumbent position. The conclusion of this study theupright position is more effective in accelerated the first stage
active laborphase than recumbent position in primigravida and multigravida.
Key word: Upright Position, Recumbent Position, Duration of labour, Stage I, Primigravida, Multigravida, Descriptif

ABSTRAK

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yangviable(cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan) melewati jalan lahir atau jalan lainnya, dengan bantuan maupun tanpa bantuan. Didalam persalinan terdapat empat kala yaitu kala I (pembukaan 1cm-10cm), kala II (lahirnya bayi), kala III (lahirnya plasenta), kala IV (observasi ibu dan bayi). Salah satu cara untuk mencegah kala I memanjang adalah penatalaksanaan asuhan sayang ibu dengan merubah posisi ibu bersalin selama kala I fase aktif dengan upright position dan recumbent position sehingga tingkat kenyamanan meningkat dan tingkat penggunaan analgesia menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas upright position dan recumbent position terhadap lama persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida dan multigravida. Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan deskriptif crossectional. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling untuk dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok pertama upright position (n=10) dan kelompok recumbent position (n=10) pada ibu primigravida dan kelompok kedua upright position (n=10) dan recumbent position (n=10) pada ibu multigravida. Variabel bebas pada penelitian ini adalah posisi ibu, sedangkan variabel terikatnya adalah lama kala I fase aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan durasi lama persalinan kala I fase aktif pada upright position dan recumbent position. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upright position lebih efektif dalam mempercepat kala I fase aktif dibandingkan dengan recumbent position baik pada ibu primigravida maupun multigravida.
Kata Kunci: Upright Position, Recumbent Position, Lama persalinan, Kala I, fase aktif, Primigravida, Multigravida, Deskriptif.