Home / Inisisasi Menyusu Dini Sebagai Starting Point Penting Untuk Keberhasilan ASI Eksklusif Pada Ibu Dengan Status Sosio- Ekonomi Rendah

Inisisasi Menyusu Dini Sebagai Starting Point Penting Untuk Keberhasilan ASI Eksklusif Pada Ibu Dengan Status Sosio- Ekonomi Rendah

Triska Susila Nindya, Lailatul Muniroh
Departemen Gizi – Fakultas Kesehatan Masyarakat- Universitas Airlangga
ABSTRACT

The World Health Organization and UNICEF recommend timely initiation of breastfeeding within first hour after birth and exclusive breastfeeding for six months. Timely initiation of breastfeeding and exclusively breastfeeding linked to lower neonate mortality due to infection. Timely initiation of breastfeeding is not only the easiest way, but also the most cost effective and successful intervention to improve neonate health. Moreover, timely initiation of breastfeeding could increase the likelihood of mother to give exclusive breastfeeding. Mother with low socio economic status (SES) has certain challenges that may act as barrier to breastfeed their infants. This study aimed to analyze the correlation between timely initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding in infant age 6-11 months among mother with low SES. This was cross sectional study approach with 116 infants as the sample in Mulyorejo and
Kenjeran Sub-district. Respondents were mother of the infants with low socio-economic status that were indicated by family income less than minimum standard income of Surabaya and low level of education. Data collection was carried out on November 2012. The results showed there was low proportion of exclusive breastfeeding with only 12.9% of mother provided breastfeeding to their infants, timely initiation of breastfeed were done by 66.4% mothers. The reason to discontinuation of breastfeeding were mother felt of breastfeed insufficiency for their infants, baby refused to be given breastfeeding and mother started to go for working. There was a significant correlation between timely initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding ( (p<0.05). The research conclude that the mother who experienced timely initiation of breastfeeding has the higher probability to provide exclusive breastfeeding for their infants. Therefore timely initiation of breastfeeding should be done in all health care facilities, particularly for low socioeconomic mother. Keywords: timely initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, low socio-economic mother

ABSTRAK

World Health Organization (WHO) dan UNICEF merekomendasikan inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan. IMD dan ASI ekslusif terbukti mampu menurunkan mortalitas yang terkait penyakit infeksi pada bayi. IMD bukan hanya cara yang paling mudah, tetapi juga merupakan intervensi yang cost effective dan sukses untuk meningkatkan kesehatan bayi baru lahir. IMD meningkatkan probabilitas ibu untuk memberikan ASI ekslusif serta lama pemberian ASI. Ibu dengan status sosio-ekonomi rendah cenderung memiliki banyak hambatan untuk memberikan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMD dan riwayat pemberian ASI ekslusif pada bayi umur 6-11 bulan dari ibu dengan sosio-ekonomi rendah. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada 116 bayi umur 6-11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo dan Kenjeran. Responden adalah ibu bayi dengan status sosio ekonomi yang rendah dengan rata-rata pendapatan keluarga kurang dari upah minimum regional dan pendidikan rendah. Pengambilan data dilakukan pada Bulan November 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden yang memberikan ASI ekslusif pada bayinya hanya sebesar 12,9%; proporsi IMD pada bayi responden sebesar 66,4%. Alasan responden berhenti memberikan ASI yaitu ASI sedikit/kurang, bayi sudah tidak mau minum ASI dan ibu kembali bekerja. Terdapat hubungan yang signifikan antaraIMD dengan ASI Eksklusif (p<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Ibu yang melakukan IMD memiliki probabilitas lebih besar untuk memberikan ASI ekslusif pada bayinya. Oleh karena IMD merupakan prosedur yang harus selalu dilakukan untuk mendukung sukses ASI ekslusif pada semua sarana pelayanan persalinan.
Keywords: IMD, ASI Ekslusif, ibu dengan sosial ekonomi rendah