Home / IMPLEMENTASI KONSEP P3K DAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN APD RSU KOTA MATARAM

IMPLEMENTASI KONSEP P3K DAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN APD RSU KOTA MATARAM

Agus Supinganto, (1) H. Zuhad, (2)Irwan Budiana (3)
Alamat korespondensi :
Email : agusping@gmail.com
ABSTRAK

Latar Belakang: Rumah Sakit merupakan salah satu tempat yang potensial menyebakan penyakit dan kecelakaan akibat kerja, menurut WHO : Dari 35 juta pekerja kesehatan : 3 juta terpajan patogen darah, 2 juta terpajan virus HBV, 0,9 juta terpajan virus HBC dan 170,000 terpajan virus HIV/AIDS). Lebih dari 90% terjadi di negara berkembang. Adapun beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa 39.1% tenaga kerja di rumah sakit tidak menggunakan alat perlindungan diri saat melakukan tindakan (Pancaningrum,2011). Tujuan: Mengidentifikasi tingkat kepatuhan perawat dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan Mengidentifikasi implementasi konsep P3K (Pembinaan, Pengawasan, Pelayanan Kesehatan). Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kepala ruangan dan perawat pelaksana yang berjumlah 156 orang dengan rincian 146 perawat dan 10 kepala ruangan. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah semua kepala ruangan dan perawat yang memenuhi kriteria yang berjumlah 61 orang dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 65% perawat tidak menggunakan APD sesuai dengan prosedur, hal tersebut dikarenakan minimnya kesadaran dan sosialisi dari SOP yang ada. 57% mengatakan tidak ada pengawasan yang berkesinambungan dari pihak manajemen. 73% responden mengatakan pihak manajemen belum mengupayakan
peningkatan kompetensi dan pengetahuan perawat melalui workshop atau pelatihan yang berkaitan dengan peran dan fungsinya. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan tenaga kerja di rumah sakit dalam pelaksanaan kewaspadaan universal dan penggunaan APD ada dua yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi pengetahuan, masa kerja, dan sikap. Sedangkan faktor ekstrinsik meliputi kelengkapan APD, kenyamanan APD, peraturan tentang APD, dan pengawasan APD (Amalia, 2011). Kesimpulan: Rendahnya tingkat kepatuhan dalam penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) menyebabkan masih tingginya kasus-kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Hal tersebut erat kaitannya dengan implementasi konsep P3K (Pembinaan, Pengawasan, Pelayanan Kesehatan) yang saat ini belum berjalan dengan baik.
Keyword : Implementasi, Kepatuhan, APD, P3K