Breaking News
Home / ujian doktor / Multivariate Adaptive Regression Spline (MARS) untuk Prediksi Kepadatan Jentik Nyamuk

Multivariate Adaptive Regression Spline (MARS) untuk Prediksi Kepadatan Jentik Nyamuk

FKM NEWS- Rabu (28/03/18), Program studi Doktor Ilmu Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga meluluskan doktor ke 158 pada Ujian Doktor Terbuka. Lulusan doktor ke 158 atas nama Isnawati mengambil judul disertasi “Pengembangan Model Struktural Non Parametrik dengan Pendekatan Multivariate Adaptive Regression Spline (MARS) untuk Prediksi Kepadatan Jentik Aedes sp di Kota Banjarbaru”.

Dr. Isnawati, S.KM., M.Kes setelah lulus doktor ke 158

“Kepadatan jentik nyamuk yang tinggi dapat mengakibatkan kasus DBD yang tinggi. Kota Banjarbaru dalam empat tahun terakhir juga mengalami peningkatan kasus DBD. Belum ada penelitian permodelan musim hujan dan kemarau untuk prediksi jentik nyamuk.,” tutur Isnawati, yang merupakan lulusan Sarjana (S1) FKM Universitas Indonesia, menjelaskan latar belakang disertasinya.

Dr. Isnawati merupakan dosen di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin, dan bertempat tinggal di Banjarbaru. Beliau telah melakukan banyak penelitian dan publikasi artikel ilmiah.

Acara yang berlangsung di Ruang Sabdoadi, Fakultas Kesehatan Masyarakat tersebut berjalan lancar dan dihadiri oleh promotor, co-promotor, tim penguji, keluarga doktor, dan perwakilan dari institusi pendidikan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Struktural Non Parametrik untuk kepadatan jentik merupakan model terbaik. Score factor variabel laten pelayanan kesehatan, perilaku, kondisi lingkungan dan breeding place/site mempengaruhi kepadatan jentik dan menghasilkan model Structural Equation Model (SEM) Non parametrik MARS. Hal ini menjadi suatu temuan ilmiah baru yang dihasilkan oleh lulusan prodi Ilmu Kesehatan yang diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu kesehatan.

Harapan Isnawati, untuk pengambilan kebijakan di bidang pencegahan penyakit DBD, terutama yang berhubungan dengan pengendalian jentik/larva Aedes,sp baik untuk musim hujan maupun kemarau, pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan pelayanan kesehatan, perilaku, dan pengamatan kondisi lingkungan dan breeding places/site jentik Aedes,sp.

Reporter: Zulfia Husnia
Kontributor: S3 IKES